Cari Blog Ini

Rabu, 06 November 2013

Tugas 1 (Unsur 4W + 1H) (Pengantar Telematika)



Top of Form
Apa itu Telematika ?

-          Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektronik.
-          Telematika berasal dari bahasa Perancis yaitu “Telematique” (dipopulerkan pertama kali pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'informatisation de la Societe).

-          Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia Teknologi Telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan Informatika. Senada dengan pendapat pemerintah, TELEMATIKA diartikan sebagai singkatan dari TELE= telekomunikasi, MA = multimedia, dan TIKA =informatika.

-          Telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia.
Dimana Telematika digunakan?
1. E-goverment
E-goverment  dihadirkan  dengan  maksud  untuk  administrasi  pemerintahan  secara elektronik.

2. E-commerce
Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik.

3. E-learning
Pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media berbasis web atau situs.
 
Sejarah Perkembangan Telematika di Indonesia
Sejak AS, sebagai negara yang paling awal mempunyai inisiatif dalam pembangunan superhighways informasi, meluncurkan The National Infrastructure Information-nya pada tahun 1991, banyak negara industri lainnya mengikutinya. Bulan Februari 1996 Inggris dan Jerman memperkenalkan kebijakan-kebijakan superhighways informasi mereka, yaitu The Information Society Initiative di Inggris dan program The Info 2000 di Jerman. Tak lama kemudian di tahun 1996, negara di Asia Tengah mengikutinya, seperti Filipina dengan Tiger, Malaysia dengan Multimedia Super Corridor (MSC) dan Singapura dengan Singapore-ONE. Dan di tahun 1997 Indonesia meluncurkan kebijakan superhighways informasi dengan nama Nusantara 21.

Prakiraan perkembangan teknologi di masa mendatang sangat beragam. Di antara banyak Negara tidak ada persetujuan mengenai kebutuhan untuk menghubungkan dengan kabel tempat-tempat paling jauh. Beberapapakar berfikir bahwa teknologi wireless yang didukung oleh satelit dengan orbit rendah mungkin dapat mewujudkan komunikasi broadband dengan baik. Di Indonesia tampaknya terjadi evolusi teknologi yang unik. Mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan dan banyak yang buta huruf, sehingga tampaknya teknologi visual dan pembicaraan (speech) akan lebih mendapat tempat di masyarakat daripada teknologi informasi dengan tulisan (text).

Di Indonesia yang berperan dalam N21 merupakan tim yaitu Tim Koordinasi
Telematika Indonesia (TKTI) yang melibatkan banyak menteri sesuai keppres 30 tahun
1997. Hal ini menunjukkan peran pemerintah Indonesia masih sangat besar dibandingkan
peran swasta, masyarakat dan lain-lain. Adapula institusi yang lemah posisinya daripada
TKTI, yaitu Kelompok Kerja Penyusunan Konsep Buku Nusantara 21 yang terdiri dari 14
kelompok yang terdiri dari wakil Telkom, Indosat, dan Universitas.

Akomodasi terhadap nilai – nilai nasional, Walaupun label “masyarakat informasi”
yang sama digunakan di berbagai negara, visi sosial yang dikandungnya memiliki content
local yang unik, yang berpijak pada nilai-nilai sosial dasar masing-masing masyarakat
setiap negara. Di Indonesia, konsep superhighways informasi N21 tidak terlepas dari
aspek Wawasan Nusantara yang heterogen dan Ketahanan Nasional, baik dari segi
ekonomi, sosial, politik, serta pertahanan keamanan, yang telah muncul sejak adanya
konsep satelit. Bahkan N21 sesungguhnya merupakan pemutakhiran dari Palapa, dengan
tetap menggunakan pendekatan pada nilai-nilai yang mempersatukan nusantara. Selain
itu, N21 tercakup juga dalam program Multimedia Asia (M2A), program yang bertujuan
mempersatukan wlayah Asia melalui telematika.

Di Indonesia, Nusantara 21 berkaitan dengan kebijakan – kebijakan mengenai daya
saing ekonomi masyarakat Indonesia menghadapi pasar global, kebijakan pengurangan
kesenjangan antara lapisan sosial ekonomi, kebijakan pertumbuhan industri nasional
khususnya industri teknologi telekomunikasi, kebijakan perbaikan kondisi sosial masyarakat,
kebijakan peningkatan pendidikan dan pengajaran serta kebijakan melestarikan kebudayaan
nasional.

Bidang apa saja yang terkait dengan telematika?

Belakangan  baru  disadari  bahwa  penggunaan  sistem  komputer  dan  sistem  komunikasi
ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika
kemudian  merujuk  pada  perkembangan  konvergensi  antara  teknologi  Telekomunikasi,
Media  dan  Informatika  yang  semula  masing-masign  berkembang  secara  terpisah.  Serta
banyak bidang/Sistem yang memanfaatkan telematika antara lain :
-Telekomunikasi,
-Pengolahan data,
-Jaringan kendali sistem tenaga listrik
-Armada transportasi
-Pendukung administrasi pemerintahan dan layanan sosial, dan lain – lain


Source:


Jumat, 28 Juni 2013

Surat Menyurat (Bahasa Indonesia 2)

Nama    : Hendro Widodo S.
NPM      : 13110226
Kelas     : 3KA28

Fungsi Surat
Surat adalah suatu  sarana untuk menyampaikan  informasi secara tertulis dari pihak yang
satu kepada pihak lain. Informasi dalam surat dapat berupa pemberitahuan, pernyataan,
permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan sebagainya.

Syarat-syarat surat yang baik
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan baik apabila memenuhi kriteria berikut ini:
a.  Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:
-  Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau
pedoman yang telah ditentukan.
-  Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
-  Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.
b.  Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksu dkan agar
penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim
pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.
c.  Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun
kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar,
logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus
hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang
padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia.

Untuk menyusun surat yang baik, penulis harus mengindahkan hal-hal berikut:
1.  Menetapkann lebih dahulu maksud surat, yaitu pokok pembicaraan yang ingin
disampaikan kepada penerima surat, apakah itu berupa pemberitahuan, pernyataan,
pertanyaan, permintaan, laporan atau hal lain.
2.  Menetapkan urutan masalah yang akan dituliskan.
3.  Merumuskan pokok pembicaraan itu satu persatu secara runtut, logis, teratur dengan
menggunakan kalimat dan ungkapan yang menarik, segar, sopan, dan mudah ditangkap
pembaca.
4.  Menghindarkan sejauh mungkin penggunaan singkatan kata atau akronim, lebih-lebih
yang tidak biasa atau singkatan bentuk sendiri.
5.  Memperhatikan dan menguasai bentuk surat dan penulisan bagian-bagiannya.
6.  Mengikuti pedoman penulisan ejaan dan tanda baca sebagaimana digariskan oleh
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman
Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia.
Dalam praktik di lapangan, masih banyak surat resmi yang penyusunannya tidak cermat,
tidak memenuhi syarat-syarat surat yang baik. Oleh karena itu, pahamilah aturan-aturan
tentang surat yang baik serta milikilah kepandaian atau keterampilan dalam menyusun
surat.

Kriteria Bahasa Surat Yang Baik
Bahasa surat harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1.  Bahasa baku
2.  Bahasa jelas atau tidak bermakna ganda
3.  Lugas: tidak mubazir, tidak banyak basa-basi, mengikuti perkembangan bahasa surat
4.  Efektif dan efisien
5.  Bahasa padu, tiap gagasan dituangkan dalam 1 paragraf
Ciri paragraf yang baik:
a.  mengandung kesatuan isi
b.  kepaduan antar kalimat
c.  ada pengembangan gagasan pokok
6.  Bernalar
7.  Menarik atau mengandung rasa bahasa: kosa kata tepat, optimis, menghindari
pengungkapan secara langsung hal-hal yang tidak menyenangkan
8.  Taat asas

BENTUK DAN FUNGSI BAGIAN SURAT
Pada dasarnya bentuk surat dibedakan dua bentuk saja. Bentuk-bentuk surat yang lain
merupakan variasi dari bentuk surat tersebut. Kedua bentuk surat tersebut adalah bentuk lurus
atau bentuk balok (block style) dan bentuk lekuk (indented style).
Penggolongan dan Pembagian Surat
a.  Berdasar kepentingan isi surat:
-  Surat pribadi: formal dan non formal
-  Surat dinas: surat keterangan, surat jalan, surat kelakuan baik,
surat izin, dan sebagainya.
-  Surat niaga: surat perkenalan, surat permintaan penawaran, surat pesanan dan
balasannya, surat pengiriman pesanan, surat tagihan, surat klaim, surat-surat
ketatausahaan, dan sebagainya.
b.  Berdasar wujud fisik surat: surat bersampul, surat tanpa sampul, kartu pos, faksimili,
e-mail.
c.  Berdasar cara pengiriman: surat kilat khusus, kilat, pengiriman biasa, surat-surat
elektronik.
d.  Berdasar tingkat kerahasiaan: sangat rahasia, rahasia, konfidensial (terbatas), biasa.
e.  Berdasar jumlah sasaran: biasa, edaran dan pengumuman

f.  Berdasarkan tingkat penyelesaiannya : sangat penting, penting, biasa.

Bagian-bagian Surat
(1)   :   kepala surat
(2)  :  tanggal, bulan, tahun surat
(3)  :  nomor surat
(4)  :  lampiran
(5)  :  hal atau perihal
(6)  :  alamat yang dituju (alamat dalam)
(7)  :  salam pembuka
(8a)  :  alenia pembuka
(8b)  :  isi surat
(8c)  :  alenia penutup
(9)  :  salam penutup
(10)  :  tanda tangan penanggungjawab surat
(11)  :  nama penanggungjawab surat
(12)  :  jabatan penanggungjawab surat
(13)  :  tembusan
(14)  :  inisial

Contoh-contoh surat
SURAT LAMARAN PEKERJAAN DAN BALASANNYA
A.  Surat Lamaran Pekerjaan
1.  Pengertian
Arti dari kata lamaran adalah permohonan untuk memperoleh sesuatu, sedangkan arti
dari surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat oleh pencari kerja (pelamar)
untuk kemudian dikirimkan kepada suatu badan usaha atau instansi guna mendapatkan
pekerjaan atau jabatan sesuai dengan lowongan pekerjaan atau jabatan yang
ditawarkan.
Tindakan para pencari kerja mengirimkan surat lamaran pekerjaan akan menimbulkan
tanggapan dari pihak badan usaha atau instansi yang menawarkan pekerjaan atau
jabatan tertentu. Tanggapan itu dapat berupa panggilan testing terhadap pelamar,
penolakan lamaran, dan jika memenuhi syarat pelamar akan dipanggil untuk bekerja.
2.  Tata Cara Menulis Surat Lamaran
Dalam menyusun surat lamaran, para pencari kerja haruslah memperhatikan hal-hal
berikut.
a.  Menyebutkan data pribadi pelamar yang meliputi:
1).  nama lengkap;
2).  tempat dan tanggal lahir;
3).  jenis kelamin;
4).  agama;
5).  status kewarganegaraan;
6).  keterangan sudah atau belum menikah;
7).  alamat atau tempat tinggal yang mudah dihubungi.
b.  Riwayat pendidikan dan ijazah yang dimiliki, meliputi:
1).  Pendidikan formal, misalnya SD, SLTP, SLTA, akademi, atau universitas
(jika ada);
2).  Pendidikan informal, misalnya kursus-kursus : bahasa Inggris, bahasa Mandarin,
Komputer, Pengembangan Pribadi, Public Relation, dan lain-lain.
c.  Kecakapan khusus yang dimiliki, misalnya menyetir mobil, mendisain ruangan.
d.  Pengalaman bekerja yang sejenis dengan jabatan yang dilamarnya atau pengalaman
bekerja di bidang lain. Bila belum pernah sebaiknya menyebutkan kemampuan
bekerja untuk jabatan yang dilamarnya berdasarkan pendidikan yang dimiliki.

Balasan Surat Lamaran Pekerjaan
1.  Surat Panggilan
Setelah menerima surat-surat lamaran, suatu badan usaha, kantor atau instansi yang
bersangkutan memberikan tanggapan, yang biasanya berupa panggilan. Surat
panggilan lazimnya berisi panggilan untuk datang ke perusahaan atau instansi yang
bersangkutan untuk suatu wawancara, testing, atau latihan-latihan tugas yang lain.
2.  Surat Penolakan
Apabila lowongan sudah terisi ataupun suatu badan usaha menolak lamaran yang
diajukan oleh seseorang karena dianggap tidak memenuhi syarat, maka instansi atau
badan usaha tersebut akan mengeluarkan surat penolakan. Surat penolakan lazimnya
dituliskan secara halus, disertai dengan alasan-alasan penolakan yang masuk akal dan
diusahakan bersifat simpatik agar tidak menyinggung.

Contoh: Surat Lamaran Pekerjaan Berpengalaman
Rusliyawati
Jl. Ratu Dibalau 79
Bandar Lampung 35467
20 Juni 2006
Yth. Direktur Personalia
PT Cahaya Lintas Cemerlang
Jl. Melawai III No. 6
Blok M – Jakarta 12310

Dengan hormat,

Hal : Lamaran Pekerjaan untuk Jabatan Perancang Grafis
Setelah membaca iklan di harian  Kompas  tanggal 17 Juni 2006, tentang formasi jabatan
perancang grafis, saya tertarik untuk mengisi jabatan tersebut.

Sesuai dengan persyaratan yang diminta, saya terbiasa bekerja dengan PC dan Macintosh. Saya
juga menguasai program  macromedia freehands, adobe  photoshop, adobe illustrator,  dan
berbagai program lain yang terkait dengan pembuatan grafis. Selama dua tahun saya telah
bekerja pada jabatan yang sama di sebuah surat kabar Lampung. Dalam berkomunikasi sehari-hari saya mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Untuk melengkapi keterampilan,
saat ini saya sedang mengikuti kursus bahasa Jepang.

Berdasar pengetahuan dan pengalaman kerja yang saya miliki, saya yakin dapat menangani
pekerjaan yang berhubungan dengan pembuatan grafik di perusahaan periklanan yang
Bapak/Ibu pimpin. Jika diperlukan, saya akan mengikuti uji keterampilan dan wawancara
dengan senang hati.

Untuk melengkapi lamaran ini, saya lampirkan daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, transkrip
nilai, dan foto terakhir.

Semoga Bapak/Ibu berkenan mengabulkan lamaran ini. Atas perhatian yang diberikan
saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,



          Rusliyawati, A.Md. 

Sumber: 


Senin, 27 Mei 2013

pengertian metode ilmiah

Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukaneksperimen.

Tujuan mempelajari metode ilmiah

Tujuan dari mempelajari metode ilmiah adalah untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional dan teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
Beberapa poindari tujuan dan mafaat seseorang atau peneliti mempelajari metode ilmiah, yaitu:
1.      Mengetahui tata cara penulisan ilmiah.
2.      Dapat menyusun fakta yang nyata dan data tersusun scara sistematis.
3.      Menambah wawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam menyusun sebuah laporan ilmiah.
4.      Mengetahui bahasa yang digunakan pada tulisan ilmiah yaitu bahasa baku.

Sikap ilmiah

Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1)    Sikap Ingin Tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2)    Sikap Kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3)    Sikap Obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4)    Sikap Ingin Menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5)    Sikap Menghargai Karya Orang Lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6)    Sikap Tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7)    Sikap Terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
tahap-tahap membuat artikel ilmiah :

1. KOMPONEN-KOMPONEN ARTIKEL ILMIAH

1.1 Judul Artikel Ilmiah

Judul dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Judul artikel yang baik bersifat ringkas, informatif dan deskriptif, terdiri dari sejumlah kata yang seminimal mungkin, tepat menggambarkan isi tulisan yang mengandung konsep atau hubungan antar konsep; tepat dalam memilih dan menentukan urutan kata. Judul disusun tidak terlalu spesifik. Penggunaan singkatan atau formula kimia sebaiknya dihindari. Judul ditulis dengan huruf besar (kapital), istilah bahasa asing ditulis dengan huruf miring (italic).

1.2 Nama dan Alamat Penulis

Nama diri penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya harus tetap/konsisten, hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang. Keterangan tentang program yang ditempuh, alamat penulis dan/atau e-mail yang dicantumkan harus jelas, dan diletakkan pada catatan kaki (foot note) di halaman judul dengan ukuran huruf (font) yang lebih kecil dari ukuran huruf pada isi teks.

Contoh:
DUNIA SIMBOLIK PENGEMIS KOTA BANDUNG
THE SYMBOLIC WORLD OF BEGGARS IN BANDUNG
Engkus Kuswamo
Universitas Padjadjaran

Program Doktor Ilmu Komunikasi
e-mail: koeskw@unpad.ac.id

1.3 Abstrak dan Kata Kunci (Abstract and Keywords)

Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak merupakan sari tulisan
yang meliputi latar belakang penelitian secara ringkas, tujuan, teori, bahan dan metode yang digunakan, hasil temuan serta simpulan. Rincian perlakuan tidak perlu dicantumkan, kecuali jika memang merupakan tujuan utama penelitian.

Abstrak bersifat konsisten dengan isi artikel dan self explanatory, artinya mengandung alasan mengapa penelitian dilakukan (rasionalisasi & justifikasi), dan tidak merujuk kepada grafik, tabel atau acuan pustaka. Abstrak ditulis dalamjarak 1 spasi dengan jumlah kata tidak lebih dari 150 kata yang dilengkapi dengan 3 – 5 kata kunci, yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel.

1.4 Pendahuluan (Introduction)

Dalam pendahuluan dikemukakan suatu permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelumnya secara jelas dan ringkas sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan ditulis sebagai artikel ilmiah. Pustaka yang dirujuk hanya yang benar-benar penting dan relevan dengan permasalahan untuk men”justifikasi” dilakukannya penelitian, atau untuk mendasari hipotesis. Pendahuluan juga harus menjelaskan mengapa topik penelitian dipilih dan dianggap penting, dan diakhiri dengan menyatakan tujuan penelitian tersebut.

1.5 Metode (Methods)

Alur pelaksanaan penelitian harus ditulis dengan rinci dan jelas sehingga peneliti lain dapat melakukan penelitian yang sama (repeatable and reproduceable). Spesifikasi bahan-bahan harus rinci agar orang lain mendapat informasi tentang cara memperoleh bahan tersebut. Jika metode yang digunakan telah diketahui sebelumnya, maka acuan pustakanya harus dicantumkan. Jika penelitian terdiri dari beberapa eksperimen, maka metode untuk masing-masing eksperimen harus dijelaskan.

1.6 Hasil dan Pembahasan (Results and Discussion)

Hasil penelitian dalam bentuk data merupakan bagian yang disajikan untuk menginformasikan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan. Ilustrasi hasil penelitian dapat menggunakan grafik/tabel/gambar. Tabel dan grafik harus dapat dipahami dan diberi keterangan secukupnya. Hasil yang dikemukakan hanyalah temuan yang bermakna dan relevan dengan tujuan penelitian.

Temuan di luar dugaan yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian harus mendapat tempat untuk dibahas. Jika artikel melaporkan lebih dari satu eksperimen, maka tujuan setiap penelitian harus dinyatakan secara tegas dalam teks, dan hasilnya harus dikaitkan satu sama lain.    .

Dalam Pembahasan dikemukakan keterkaitan antar hasil penelitian dengan teori, perbandingan hasil penelitian dengan hasil penelitian lain yang sudah dipublikasikan. Pemnbahasan menjelaskan pula implikasi temuan yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya.

1. 7 Simpulan dan Saran (Conclusion and Suggestion)

Simpulan merupakan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran hendaknya didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis, pengembangan teori baru (khusus untuk program doktor), dan atau penelitian lanjutan.

1.8 Ucapan Terimakasih (Acknowledgement)

Ucapan terima kasih dibuat secara ringkas sebagai ungkapan rasa terima kasih penulis kepada tim

promotor/tim pembimbing, dan fihak – fihak yang telah membantu dalam penelitian serta pemberi dana.

1.9 Daftar Pustaka (References)

Bahan rujukan (referensi) yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-benar disebutkan dalam naskah artikel. Penulisan daftar rujukan secara lengkap dilakukan pada halaman baru. Agar penulisan daftar pustaka lengkap, maka daftar dibuat sebagai tahap penulisan paling akhir. Naskah dibaca dari awal sampai akhir, lalu ditulis dalam daftar semua referensi yang ada dalam naskah dan daftar tersebut digunakan untuk menyusun daftar pustaka.

Gaya penulisan pada setiap jumal tidak sama (disebut: Gaya Selingkung), sehingga harus dipelajari dengan seksama bagaimana gaya/style dari jumal yang akan dikirimi naskah artikel (baca: petunjuk bagi calon penulis). Konteks rujukan yang dicantumkan hanya yang benar-benar ada kaitannya dengan isi penelitian. Perlu diminimalkan pencantuman referensi dari skripsi, tesis, disertasi, abstrak, in press. Bahan rujukan berbahasa asing ditulis sesuai dengan aslinya. Penggunaan et at, dalam bahan rujukan hanya digunakan jika jumlah penulis terdiri lebih dari 6 orang.

Penulisan daftar pustaka masing-masing bidang ilmu mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh organisasi intemasional yang menerbitkan publikasi berkala (lihat lampiran). Dalam sistem penulisan nama dipergunakan sistem penulisan nama penulis secara intemasional (yaitu, nama keluarga sebagai entry). Apabila nama keluarga penulis tidak jelas, maka dituliskan nama penulis secara lengkap.

1.10 Lain-Lain

Catatan kaki (footnotes): ditulis di bagian bawah dan biasa digunakan sebagai informasi program studi dan alamat penulis. Dalam bidang ilmu sosial, catatan kaki merupakan keterangan atau penjelasan atas teks tulisan yang dicatat pada bagian bawah halaman teks tulisan yang bersangkutan dan diberi tanda tertentu. Penulisan catatan kaki sebaiknya dibatasi dan biasanya menggunakan ukuran huruf yang lebih kecil daripada huruf dalam teks.
Source :
http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2012/09/panduan-cara-menulis-artikel-ilmiah.html

Definisi laporan ilmiah

Laporan merupakan suatu wahana penyampaian berita, informasi dan pengetahuan atau gagasan dari seorang kepada orang lain. Laporan yang di sampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan berisi serangkaian hasil pemikiran yang di peroleh dari hasil penelitian pengamatan dan peninjauan. Denga kata lain laporan ilmiah adalah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang btertentu dalam kesempatan tertentu.

Unsur-unsur laporan ilmiah
Secara umum, sistematika suatu laporan yang lengkap terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

1. Bagian Pembuka
Bagian pembuka umumnya digunakan apabila laporan merupakan tulisan yang berdiri sendiri secara utuh. Untuk laporan penelitian dalam jurnal atau bagian dari sebuah buku, tidak seluruh unsur dalam bagian pembuka tersebut digunakan. Bagian pembuka ini terdiri atas :
a. Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan

2. Bagian Isi
Bagian isi merupakan menyajikan atau mengomunikasikan informasi ilmiah yang ingin disampaikan. Pada bagian isi inilah seluruh komponen pendahuluan, kajian pustaka dan kerangka teori, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan secara lengkap. Bagian isi terdiri dari :

a. Bab I Pendahuluan
Pendahuluan merupakan tulisan yang disusun untuk memberikan orientasi kepada pembaca mengenai isi laporan penelitian yang akan dipaparkan, sekaligus perspektif yang diperlukan oleh pembaca untuk dapat memahami informasi yang akan disampaikan Pendahuluan terdiri atas :
(1) Latar belakang
(2) Identitas masalah
(3) Pembatasan masalah
(4) Rumusan masalah
(5) Tujuan dan manfaat

b. Bab II :
Kajian Pustaka
Kajian pustaka mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa. Berdasarkan analisis terhadap pustaka tersebut, peneliti dapat membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian, serta menemukan variabel penelitian yang penting dan hubungan antarvariabel tersebut.

c. Bab III :
Metode
Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara rinci mengenai desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis data, serta kelemahan penelitian.

d. Bab IV :
Pembahasan
Pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

e. Bab V :
Penutup
Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran dari laporan ilmiah tersebut. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai penelitian lanjut yang dapat dilakukan

3. Bagian Penutup
a. Daftar Pustaka
b. Daftar Lampiran
c. Indeks daftar istilah

Fungsi Laporan Ilmiah
1.      Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
2.      Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
3.      Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.Source :




Kamis, 25 April 2013

Analisa Leksikal Program Bilangan Prima dengan PASCAL


Analisa Leksikal Program Bilangan Prima dengan PASCAL

nama : hendro widodo s.
npm : 13110226
kelas : 3KA28

·         Indentifier (a, b, c, d, e)
·         Reserve word (var, logint, begin, clrscr, write, for, if, end else, end)
·         Nilai konstanta (2, 3)
·         Operator (:, =, -, )
Memasukkan Coding

Output

Penjelasan :
jika kita melihat codingan di atas maka akan menggunakan a, b, c, d, e,  sebagai variabel untuk memasukkan nilai. Dan clrscr yang berfungsi sebagai run tulisan jika dijalankan. Lalu masukkan nilai bilangan prima sampai berapa, kemudian membaca nilai c. Jika sudah memasukkan rumus di atas maka selanjutnya yaitu Masukkan bilangan prima yang akan ditampilkan misalnya angka 29 maka akan keluar bilangan prima dari 2 sampai angka 29.

Senin, 15 April 2013

Silogisme



Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
-          Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
-          Akasi adalah tumbuhan (premis minor)
-          Akasia membutuhkan air (Konklusi)
Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:
-          Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
-          Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
-          Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
-          Nenek Sumi berada di Bandung.
-          Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
-          Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
-          Jika hujan saya naik becak.(mayor)
-          Sekarang hujan.(minor)
-          Saya naik becak (konklusi).
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme