Cari Blog Ini

Sabtu, 10 Maret 2012

Tulisan 3, Kurva Isoquant

Sebagaimana gambar 5.2 di atas dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut, masing-masing kurva ISOQUANT di atas menunjukan jumlah produksi yang bisa dihasilkan untuk masing-masing kombinasi input, tentu saja jumlah produksi pada kurva Iq3 lebih besar dari pada di Iq2 dan Iq1 atau Iq3>Iq2>Iq1. Perhatikan pada penggunaan modal sebanyak M2, tampak bahwa ia dapat dikombinasikan dengan sejumlah tenaga kerja untuk menghasilkan barang sejumlah di Iq1 hingga di Iq3. Bila misalkan perusahaan menurunkan sejumlah modal menjadi sebanyak M1, maka untuk sejumlah produksi di Iq3 perusahaan menambah jumlah tenaga kerja menjadi L4 dan tentu saja kombinasi M2L3 = M1L4. Lalu apayang membedakan Iq1, Iq2 dan Iq3? Tentu saja yang membedakannya adalah factor biaya/dana. Biaya yang dikeluarkan pada produksi di Iq3 tentu saja lebih besar dari pada yang di Iq2 dan biaya di Iq2 lebih besar dariIq1. Inilah suatu pembuktian teoritis yang sangat sederhana bahwa setiap penambahan faktorinput dengan tidak mengurangi factor input yang lainakan menyebabkan perusahaan harus menambah sejumlah biaya untuk menandainya. Persoalannya ternyata bukan saja pada berbedanya biaya untuk masing-masing kurva ISOQUANT (Iq) tersebut, melainkan juga pada satu macam kurva Iq terdapat berbagai macam biaya yang berbeda dan “hebatnya” hanya ada satu tempat (secara matematis) di mana jumlah produksi yang dihasilkan benar-benar mengalami suatu kondisi yang paling optimum atas biaya yang dianggarkan.


sumber : Iskandar Putong, 2010, Economics pengantar mikro dan makro, mitra wacana, jakarta.

Tulisan 5, Elastisitas Produk untuk 2 Faktor Input (2 Faktor Produksi)

Konsep elastisitas juga digunakan dalam teori produksi dengan menggunakan 2 faktor input. Secara khusus fungsi produksi yang memanfaatkan parameter nilai elastisitas produksi adalah fungsi produksi Cobb – Douglas.
            J.W Cobb dan P.H Douglas dari Amerika serikat pada 1928 (Sudarsono, 1990,h. 115) memperkenalkan suatu fungsi produksi yang diberi nama sesuai dengan nama mereka yaitu Cobb-Douglas, sebagai berikut :
di mana:
Produksi
     b0=Indeks efisiensi
     b1=Parameter L (tenaga kerja)
     b2=Parameter K(modal)
untuk menyatakan nilai maksimum atas perubahan L dan K terhadap produksi maka perlu digunakan pendekatan matematis dengan cara menentukan nilai turunan pertama dari masing-masing factor input (L dan K) tersebut secara parsial sebagai berikut :

Untuk factor input L terhadap produksi :


Untuk factor input K terhadap produksi :



sumber : Iskandar Putong, 2010, Economics pengantar mikro dan makro, mitra wacana, jakarta.

Tulisan 4, Elastisitas Produksi untuk 1 Faktor Input (1 Faktor Produksi)

Untuk produksi yang menggunakan 1 factor input secara teoritis telah dijelaskan bagaimana strategi penggunaan tersebut yitu dengan memperhatikan MP dan AP. Bila MP = 0, maka sebaiknya tidak perlu menambahkan factor input lagi. Bila MP = AP maka produksi relatif sudah mapan/stabil, dengandemikian produksi tidak perlu menambahkan factor input lagi? Tapi menentukan nilai MP = 0 terkadang relative sulit bila tidak mengektrapolasinya dengan memanfaatkan model dan gaya matematika (teknik derivasi), lagi pula hal ini relative mengandung resiko karena jarang ada perusahaan bisa menentukan kapan tambahan factor input tidak memberikan tambahan apa-apa pada produksi. Kesulitan ini bisa diatasi dengan menentukan nilai elastisitas produksinya dengan rumus :
            Untuk Q  = TP = produksi
            Untuk I = input = factor produksi
Maka elastisitas produksinya :

sumber : Iskandar Putong, 2010, Economics pengantar mikro dan makro, mitra wacana, jakarta.

Minggu, 08 Januari 2012

PENGERTIA SENI LUKIS

Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas,kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.
Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.
Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

BUDAYA RUPA NUSANTARA

Bangsa Indonesia kuno diliat memiliki sejarah dan peradaban yang tinggi. Ini dapat dilihat dari peninggalan artifak bernilai yang dibangun selama berabad-abad oleh nenek moyang kita. Peninggalan-peninggalan besar itu tersebar di berbagai wilayah nusantara dan menjadi tanda kebudayaan yang berkembangan di zamannya.
          Di dalam mata pelajaran sejarah nasional, telah diungkapkan bagaimana nenek moyang bangsa Indonesia membangun kebudayaan. Kalian dapat mengamati bahwa sebagian besar peninggalan yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan peradaban masa lau itu adalah karya-karya budaya rupa yang tetap abadi sepanjang zaman. Contohnya : gambar gua, menhir, nisan, peralatan upacara, keris candi, patung pemujaan, perhiasan, singgasana raja, peralatan makan, kain pusaka, senjata, dan banyak lagi.
          Sejarah membuktikan bahwa karya budaya rupa yang nilai dan fisiknya dapat bertahan hingga sekarang adalah karya yang berkualitas tinggi pada zamannya. Jadi, kita bangsa Indonesia ingin dihargai sebagai bangsa yang besar, budaya menciptakan karya-karya besar itu tetap harus menjadi tradisi bagi generasi muda. Sehingga, generasi mendatang dapat mengenal tingkat peradaban yang telah dicapai saat sekarang.
          Mengingat betapa pentingnya karya-karya besar itu lahir di bumu nusantara, kita perlu memahami sejarah budaya rupa Indonesia lama agar dalam diri bangsa ini tumbuh semangat untuk berprestasi melalui karya-karya budaya yang mewakili zamannya.

Jumat, 06 Januari 2012

TUJUAN PENCIPTAAN SENI

Tujuan karya seni dibuat oleh penciptanya amatlah banyak. Ada yang demi kepuasan pribadi, tuntutan keadaan, tujuan praktis untuk mencari uang, adapula yang demi kepentingan kesejahtraan umat manusia. Meskipun tujuannya amat beragam tetapi hakikat dari proses kreasi tersebut adalah terciptanya nilai-nilai kebaruan. Dikarenakan hasrat untuk menciptakan unsure kebaruan inilah sebuah karya seni memiliki makna untuk kehidupan yang lebih luas.
          Seorang menciptakan karya seni dengan tujuan meningkatkan kualitas kehidupan zamannya sehingga memilki arti penting bagi generasi berikutnya. Di beberapa negara, pencapain tersebut terlihat dari hadirnya karya besar bidang seni rupa dan terciptanya budaya benda yang menjadi symbol kemajuan peradaban umat manusia sekarang.
          Sebagai media ekspresi, tidak tertutup kemungkinan bahwa seni dipakai untuk tujuan-tujuan ‘negatif’, seperti penyebarluasan pornografi, pelecehan, fitnah, ataupun penipuan. Demikian pula pandangan masyarakat yang ‘meminggirkan’ seni dalam proses pendidikan maupun kehidupan sehari-hari seharusnya telah ditinggalkan, karena tujuan manusia menciptakan karya seni adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan zamannya, dan bukan merusaknya.

PENGERTIAN SENI

Istilah seni secara etimologis merupakan padanan kata dari art (inggris) dan ars (latin) atau techne  (yunani). Istilah techne kerap dipadankan dengan kemahiran atau keterampilan yang tinggi dalam menciptakan benda-benda kebutuhan sehari-hari. Sedangkan istilah seni rupa merupakan padanan kata dari visual art (seni rupa atau yang dapat dilihat), fine art (seni indah), dan ada pula yang menyebutnya pure art (seni murni). Istilah pure art di masa sekarang dipadankan dengan karya seni murni yang tidak memiliki kegunaan praktis, seperti lukisan atau patung.
Para ahli filsafat mengemukakan bahwa pengertian seni dapat diperluas, yaitu sebagai :
·         Kemahiran untuk melakukan atau menciptakan sesuatu untuk memuaskan pengalaman seseorang dalam menikmati keindahan.
·         Kemahiran seseorang dalam mengungkapkan atau mengomunikasikan perasaannya, baik secara individual maupun social.
·         Kemahiran dalam merancang, menyusun, atau mempertunjukkan sesuatu kegiatan yang memiliki nilai-nilai keindahan yang bersifat subyektif.
·         Wujud sebuah produk/hasilan dengan kemahiran yang baik, baik dilakukan oleh pribadi maupun kelompok.
·         Wujud utama dari kebudayaan manusia ataupun bangsa yang memiliki makna.
Dengan demikian, seni merupakan karya manusia yang diciptakan dan dilandasi oleh kemahiran untuk menciptakan keindahan.